Perbedaan Ciri-ciri Burung Jalak Nias Jantan dan Betina

Cara Membedakan Jalak Nias Jantan dan Betina – Meskipun belum terhimpun pada jajaran pengicau kontes layaknya murai batu, kacer, cucak ijo, anis merah, lovebird, cucak jenggot, kenari, cendet dan pelci, akan tetapi burung yang tergolong pada kelompok jalak-jalakan ini juga mulai banyak dipelihara oleh para pecinta burung berkicau, khususnya di tanah air. Bukan tanpa sebab pernyataan tersebut bisa terjadi. Salah satu faktor yang membuat jalak nias bisa cukup populer adalah karena suaranya yang banyak dibilang cukup lantang, merdu, dan bervariasi.

Perbedaan Ciri-ciri Burung Jalak Nias Jantan dan Betina

Burung Jalak Nias (merrychahya – ikamart.com)

Bukti dari suara jalak nias yang terbilang bahwa variasinya begitu beragam, dapat dilihat dari segi kemampuannya yang bisa menirukan aneka rupa suara jenis burung berkica lainnya. Sehubungan dengan itu, adapun beberapa isian master yang kerap diberikan pada burung bernama latin Acridotheres tristis ini, antara lain suara murai batu, kenari, parkit, dan lain sebagainya. Namun meski suara dari burung yang berkerabat dekat dengan jalak suren dan jalak kerbau / jalak hitam ini banyak dianggap bervariasi, akan tetapi pastinya ada perbedaan kemampuan dalam hal berkicau antara jalak nias jantan dan betina (Baca: Suara Jalak Nias).

Terlepas dari itu semua, tidak sedikit para kicau mania yang beranggapan kalau jalak nias jantan memiliki suara gacoran yang variasinya lebih beragam jika dibandingkan dengan burung berjenis kelamin betina. Meski pejantan banyak dibilang lebih mahir terutama pada segi suara, tetapi bukan berarti kalau jalak nias betina tidak memiliki keunggulan sama sekali. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh burung berjenis kelamin betina adalah terletak pada suaranya yang mana bisa dijadikan sebagai pancingan terhadap pejantan-nya yang cenderung enggan untuk buka paruh maupun macet bunyi.

Mengingat setiap kelebihan masing-jenis kelamin dari burung yang memiliki bulu berwarna dominan kecokelatan ini, bagi yang ingin membelinya maka ada baiknya jika disesuaikan dengan kebutuhannya. Dengan kata lain, apabila ingin memelihara guna dinikmati keragaman variasi suaranya, jalak nias jantan adalah pilihan yang tepat. Disisi lain, jika sudah memiliki burung berjenis jantan yang kondisinya masih enggan buka paruh atau bahkan macet bunyi, maka bisa membeli jalak nias betina untuk dimanfaatkan suaranya sebagai pemancing gacoran pejantan.

Namun bagi yang ingin beranjak untuk membeli burung berbadan gempal ini, akan tetapi belum tahu mengenai perbedaan jalak nias jantan dan betina maka ada baiknya jika mempelajari cara untuk memperbedakan jenis kelaminnya terlebih dahulu. Sehubungan dengan itu, sebenarnya jalak nias memiliki tampilan luar atau ciri fisik yang hampir serupa antara pejantan dan betina-nya. Meski begitu, masih ada beberapa cara yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui jenis kelamin daripada burung ini sendiri. Salah satu cara yang bisa dilakukan guna mengetahui jenis kelamin terhadap jalak nias adalah sebagai berikut:

Cici-ciri Jalak Nias Jantan

  • Jika diamati secara teliti, biasanya kepala terlihat lebih pipih dan bentuknya persegi
  • Saat berkicau, umumnya suara terdengar lebih bervariasi jika dibandingkan dengan betina
  • Ketika berkicau, jambul terlihat agak mengembang dan biasanya kerap mengangguk-anggukan kepala
  • Memiliki bulu tubuh yang terlihat lebih mengkilap.

Cici-ciri Jalak Nias Betina

  • Bentuk kepala terlihat bundar dan lonjong
  • Suara cenderung kurang bervariasi jika dibangkan dengan pejantan (monoton)
  • Saat gacor, cenderung jarang mengembangkan jambul dan mengangguk-anggukan kepalanya
  • Bulu tubuh terlihat cenderung lebih kusam.

Selain beberapa perbedaan ciri-ciri jalak nias jantan dan betina seperti halnya di atas, tidak sedikit para kicau mania yang beranggapan kalau kebiasaan burung juga bisa menentukan jenis kelamin, salah satunya adalah pada saat burung sedang makan. Apabila burung tersebut nafsu makannya cukup tinggi, maka bisa dibilang bahwa ia berjenis kelamin jantan. Tetapi menurut pendapat penulis, pengamatan pada nafsu makan burung sedemikian rupa, belum bisa dijadikan sebagai acuan yang pasti. Bisa begitu, sebab tidak secara umum tidak semua pejantan punya nafsu makan yang tinggi. Namun, justru malah banyak burung betina yang relatif gemar menyantap pakan-nya.

Disamping itu anggapan-anggapan lain untuk mengetahui ciri-ciri jalak nias jantan dan betina juga kerap muncul, misalkan dengan cara pengamatan pada warna paruhnya. Sehubungan dengan itu, apabila warna paruhnya terlihat lebih legam atau pekat maka bisa diyakini kalau burung tersebut adalah sang pejantan-nya. Namun secara umum warna yang ada pada bagian paruh burung bisa bergantung atau berubah karena bertambahnya usia. Lebih jelasnya, jika burung masih berusia muda pastinya paruh akan terlihat tidak begitu legam. Akan tetapi jika umur burung semakin tua, maka tingkat kelegaman pada paruhnya akan semakin terlihat jelas.